Berikut adalah klasifikasi ilmiah Tetragonula biroi:
•
Kingdom: Animalia
• Phylum: Arthropoda
• Class: Insecta
• Order: Hymenoptera
•
Family: Apidae
• Subfamily: Apinae
• Tribe: Meliponini
• Genus: Tetragonula
(sebelumnya dikelompokkan dalam Trigona)
• Species: Tetragonula biroi (Friese,
1898)
Sedangkan Harjanto (2020), menyatakan bahwa klasifikasi lebah Trigona
biroi (stinglees bee). Adalah sebagai berikut :
- Kingdom : Animalia
- Filum :
Arthropoda
- Kelas : Insecta
- Ordo : Hymenoptera
- Famili : Apidae
- Tribus :
Meliponini
- Genus : Tetragonula
- Species : Tetragonula biroi
Lebah Trigona biroi merupakan serangga kecil dengan ciri fisik berwarna hitam,
panjang tubuh berkisar antara 3-4 mm, dan rentang sayap 8 mm (Surata, 2017).
Lebah pekerja memiliki kepala besar dan rahang panjang. Sedangkan lebah ratu
berukuran 3-4 kali dari ukuran lebah pekerja, berwarna kecoklatan, perut besar
mirip laron, dan mempunyai sayap pendek. Lebah ini tidak mempunyai sengat
(stingless bee). Produksi dan perkembangan dari lebah Trigona biroi ini sangat
dipengaruhi oleh faktor lingkungan, meliputi ketinggian tempat, suhu, kelembaban
udara, dan curah hujan. Ketersediaan pakan menjadi peran penting dalam
keberhasilan budidaya ternak lebah Trigona (Dewantari dan Suranjaya, 2019).
Untuk meningkatkan produksi madu selain faktor yang dijelaskan sebelumnya,
kebersihan keamanan stup, penerapan teknik budidaya lebah yang baik, serta
pengendalian hama dan penyakit lebah sangat berkaitan terhadap kuantitas mupun
kualitas produksi madu. Lebah tanpa sengat ini tidak hanya menghasilkan madu, tetapi juga
propolis yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi (Dewantari dan Suranjaya,
2019).
Karakteristik Tambahan:
• Adaptasi: Mampu beradaptasi di dataran rendah
hingga tinggi (10–1200 mdpl).
• Perilaku: Sangat aktif, agresif, dan penghasil
madu yang baik.
• Ciri Fisik: Mirip dengan T. laeviceps namun sedikit lebih
kecil, thorax belakang berbulu, dan mengeluarkan bau khas. \
• Vegetasi: Tidak
pilih-pilih makanan (polifag) dan menyukai getah pinus
• Fisik & Karakteristik:
o Warna: Hitam pekat.
o Ukuran: Kecil
o Thorax: Bagian belakang thorax sedikit
berbulu.
o Perilaku: Sangat aktif, produktif, dan agresif terhadap pengganggu
dibandingkan jenis Trigona lain.
o Sengat: Tidak memiliki sengat (stingless),
namun tetap menggigit dengan rahang.
o Sarang: Membangun corong masuk sarang
keras, berbentuk terompet, dan biasanya berwarna gelap.
o Reproduksi: Telur
diletakkan dalam pola spiral.
• Budidaya & Habitat:
o Ketinggian: Adaptif mulai
dari dataran rendah hingga ketinggian 1200 mdpl.
o Pakan: Sangat adaptif dan
tidak pilih-pilih vegetasi, lebih bagus jika dekat dengan sumber getah/resin
(seperti pinus).
o Penanganan: Membutuhkan jarak antar kotak budidaya (stup)
untuk mencegah perkelahian antar koloni.
• Produk Koloni:
o Madu: Menghasilkan
madu dengan rasa khas dan kualitas tinggi, meskipun produktivitasnya berbeda
tergantung musim.
o Propolis: Menghasilkan propolis lebih banyak, yang bernilai
ekonomi tinggi.
• Keunggulan:
o Tidak perlu diberi makan gula (sangat mandiri).
o Tahan banting (mudah dirawat). Lebah ini sangat cocok untuk budidaya rumahan
atau skala profesional karena adaptabilitasnya yang tinggi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar