Kamis, 26 Maret 2026

MENGENAL LEBAH TRIGONA

Trigona adalah salah satu genus lebah tanpa sengat terbesar, secara eksklusif terdapat di Dunia Baru, dan sebelumnya mencakup lebih banyak subgenus daripada kumpulan saat ini; banyak dari subgenera sebelumnya telah diangkat ke status generik (https://id.wikipedia.org/wiki/Trigona). 
Lebah Trigona umumya dikenal masyarakat sesuai dengan wilayah dan daerah masing-masing. Umumnya Lebah Trigona dikenal dengan sebutan Klanceng atau Kelulut, namun sebagian wilayah menggunakan bahasa daerah masing-masing untuk menamakan lebah trigona tersebut. Untuk Sulawesi Selatan khusunya Luwu Raya Lebah Trigona dikenal dengan sebutan Emmu atau Kammu. Penelitian menunjukkan bahwa ada hampir lima ratus spesies Lebah Madu Trigona yang tersebar di seluruh dunia. Yang mudah dikenali adalah Trigona ltama, Trigona scaptotrigona, Trigona laeviceps, Trigona apicalis dan Trigona thorasica. Lebah Madu Trigona banyak ditemukan di kawasan tropis atau subtropis diantaranya Australia , Afrika, Asia Tenggara dan kawasan Amerika Tropis. Indonesia memiliki lebih dari 37 jenis lebah Trigona (lebah tanpa sengat/klanceng) yang tersebar di hutan tropis, dengan beberapa jenis populer dibudidayakan untuk madu dan propolis berkualitas tinggi, seperti , Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps, Lepidotrigona terminata, Tetragonula Biroi, Trigona Sapiens, Trigona apicalis dan T. fuscobalteata. Untuk wilayah Sulawesi Selatan, terdapat beberapa jenis lebah yang sering di Budidayakan diantanya, Tetragonula Biroi, Trigona Sapiens dan Trigona Incisa. Lebah ini sangat potensial dibudidayakan karena kemampuannya beradaptasi di lingkungan hutan hingga pemukiman serta tergolong mudah dalam penanganannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar